Esai Mesin

Urban Local Wisdom

Dangdut tak cuma didengar sepanjang hari tapi ada tulisan memberi rangsang dan penguatan ingatan…………Tempo memang bukan bacaan yang mudah bagi umat dangdut tapi sanggup menyuguhkannya sebagai perkara bisa “digoyang” dengan perdebatan (tulisan).

Dulu, pada ceramah ilmiahnya di Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2015, seorang lulusan Teknik Nuklir UGM, Nirwan Ahmad Arsuka menyampaikan makalah berjudul “Percakapan dengan Semesta”………Di pidato itu, Nirwan memberikan uraian bahwa laboratorium dan perpustakaan adalah dua hal yang membentuk dunia keilmuan. Di sanalah dengan keketatan metode yang dijalani oleh para ilmuwan melahirkan gagasan demi gagasan baru yang membentuk progresivitas ilmu dan pengetahuan.

Keseluruhan ilmuwan yang ditampilkan adalah sosok laki-laki. Terlepas film itu diangkat dari kisah fiksi, nampaknya penting kiranya untuk mendedah bagaimana representasi perempuan dalam keterlibatan sains…….Aku teringat sosok Marie Curie, ilmuwan perempuan yang dalam hidupnya memperoleh dua kali penghargaan hadiah Nobel. Pertama pada 1903, bersama Pierre Curie dan Henri Becquerel untuk karya mengenai radioaktif dalam bidang fisika dan kedua, pada 1908, dengan penemuannya akan polonium dan radium dalam bidang kimia.