Bagaimana Kami Berkenalan dengan Kusuma Tanjung?

 

Setelah debut “Ordinary Pulp Chronicles” yang hampir tak terdengar, kami akan menerbitkan novel terbaru Kusuma.

 

Tahun 2022 lalu kami membaca cerpen di salah satu website yang memuat karya sastra. Cerpen ini benar-benar menggairahkan. Setidaknya bagi kami. Pada tahun-tahun sebelumnya, kami pernah menemukan nama penulis cerpen ini dalam novel yang ditulisnya berjudul “Ordinary Pulp Chronicles”.

Kami memberanikan diri menghubungi penulis dengan minat menawarkan kerjasama untuk penerbitan karya.

Merasa sangat beruntung penulis merespons dan selang beberapa bulan kami bertemu di coffee shop untuk berbincang. Dan pada akhirnya, bulan Oktober 2023 kemarin, penulis memberikan draft novel untuk kami baca dan terbitkan.

Pada kesempatan ini, kami ingin mengajak pembaca berkenalan dengan penulis. Melalui balasan e-mail pada saat kami menghubunginya. Semoga berkenan membaca.

Berikut:

 

beri hanna <berihann****@gmail.com> Rab, 23 Nov, 04.10 (2 tahun yang lalu)

kepada kusuma

Salam,

Saya harap anda dalam keadaan baik.

Beberapa tahun yang lalu saya menemukan novel atas nama anda dan kemudian saya putus asa. Anda tidak banyak menulis rupanya atau hanya saya yang tidak mengikut tulisan-tulisan anda.

Baru kemarin, saya terkejut membaca nama anda muncul di koran Nasional.

SAYA tiba di Bandara Tokushima lalu buru-buru naik taksi ke Restoran Hirotchan di Miyanogo. Ogima tampak duduk menghadap jendela dengan raut wajah kaku, menunggu kedatangan saya. Dua belas tahun yang lalu—saya jadi ingat ketika kini telah berhadapan dengan Ogima—dia menyatakan cintanya kepada saya. Dengan cara paling absurd, dia menggunting kain perca membentuk huruf-huruf yang setelah disusun menjadi kalimat: Aku Cinta Padamu Soekma Ara. Mengingat ini, saya jadi canggung dan tidak tahu cara memulai semua hal yang pernah tergores dengan aksi konyol muda-mudi, pada masa lalu.

Saya menyukai pembukaan ini. Sangat berbeda dengan tulisan di novel anda. Apakah anda saat ini berada di Jepang?

Terus terang saya sangat menyukai tulisan anda, terutama novel yang pertama kali saya baca berjudul “Ordinary Pulp Chronicles”

Tidak banyak yang tahu dan inilah mengapa di awal saya katakan rupanya anda tidak banyak menulis. Keberadaan anda juga tidak banyak diketahui dan saya pikir anda tidak begitu ingin dikenal.

Berhubungan dengan e-mail ini, saya hanya ingin menyampaikan kekaguman saya membaca karya-karya anda. Terima kasih telah menulisnya.

Semoga di lain kesempatan saya dapat menemukan tulisan anda berikutnya.

Salam,

Beri Hanna.

 

 

Kusuma Sab, 10 Des, 08.09 (2 tahun yang lalu)

Kepada saya

Anywhere

Hi. Terima kasih telah membuat pesan ini. Aku baru buka email. Sorry menunggu balasan terlalu lama.

Jangan berlebihan. I’m just an average. Itu yang sebenarnya.

Aku seneng tahu kamu baca “OPC.” Memang tidak banyak yang baca dan tahu buku itu. mungkin karena itu novel lama yang meaningless lah. Jadi wajar kalau tidak banyak yang tahu. Cukup aneh kalau aku ceritakan secara detail. Anggap aja ada kejadian buruk yang bikin novel itu terbakar or something similar. Mungkin itu lebih wajar.

Soal aku menulis cerita pendek baru-baru ini, sebenarnya kecelakaan. Karena pandemi dan I was bored to death. Aku punya kesempatan nulis dan kirimin ke media yang sering aku baca.

Soal keberadaanku yang misterius. Hmm. Let me keep it.

Terima kasih sekali lagi karena telah membaca tulisanku.

Quill.

 

beri hanna <berihann****@gmail.com> Ming, 11 Des, 15.20 (2 tahun yang lalu)

Salam,

Saya pikir email Kak Kusuma tidak aktif.

Saya senang bisa berbalas pesan dan berkenalan.

Sebetulnya saya punya rencana yang akan melibatkan Kakak Kusuma. Awal tahun 2023 nanti saya akan mulai merintis penerbitan kecil sekala terbatas. Saya tidak tahu, apakah begini caranya menghubungi penulis untuk meminta naskahnya diterbitkan. Kalau bukan begini, mohon dimaafkan.

Saya tidak banyak memberi penawaran. Karena ini penerbitan terbatas dan baru, saya hanya melakukan pekerjaan yang menyenangkan dan dapat diterima oleh kawan-kawan saya.

Maaf kalau e-mail kali ini lancang dan terbaca seperti todongan yang sia-sia. Saya hanya berusaha.

Salam,

Beri hanna

 

Kusuma Ming, 18 Des, 08.05 (2 tahun yang lalu)

Kepada saya

Anywhere

Hi. Aku baca emailmu. Semoga sukses dengan merintis usaha penerbitan.

Aku belum pernah dihubungi penerbit. I’m clueless about that. Apakah caramu ini salah.

Soal rencanamu itu, I’m not sure if my work is liked by people.

Mungkin kita bisa ngobrol. Aku punya waktu di Jakarta Januari nanti.

Tidak lama. Hanya satu minggu.

Salam,

Quill.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *