Puisi-Puisi Titan Sadewo – sewaktu aku sakit

sewaktu aku sakit

11.

aku tak mengenalmu. seorang perempuan mencuci tangan & lidahku. ruang ini, menjadi hitam & bau busuk. aku ingin minta maaf, boleh aku telepon sekarang? perempuan ini membanting handphone & menebang pohon antara paha. suara … mendengarnya? jangan datang, sebab perempuan ini menabur paku depan pintu.

 

12.

lelaki ini memasukkan kunang-kunang ke dalam mulutku. aku ingin mencegahnya, tapi … ibu & ayah mengancamku. ini ranjang seperti pulau hitam penuh semut. perempuan ini melepas kaki & tanganku. aku menjelma lintah raksasa. ibu & ayah meninggalkanku. lelaki & perempuan ini mengubah namaku.

 

13.

anak gagak lahir di tenggorokanku. hari menjadi hitam. dokter & musuhku datang: mengapa kau lepas jangkar dari dadamu? anak gagak ini yang menjawab pertanyaan mereka. tiba-tiba mata kiriku gatal, kaki kananku berdarah & jam meleleh seperti nanah yang longsor. anak gagak ingin keluar dari tenggorokanku. tapi dokter & musuhku … mereka masukkan belatung & semut ke dalam mulutku.

 

14.

aku melihat diriku. membawa madu & paku. aku ingin memanggilnya. namun mulutku penuh darah. diriku telah menjauh. punggungnya penuh koreng & belatung. aku tertidur dengan mulut penuh darah. tak lama, ketika diriku hilang dari pandang: aku muntah. darah-darah ini berwarna hitam seperti dendam. diriku, diriku: tak menginap dalam tubuh. aku tidak melihat diriku & diriKu.

 

15.

hujan anjing deras sekali. sendiri aku di rumah. tepat 23.45 pintu diketuk. entah siapa. aku tak bisa membukanya—sebab panasku seneraka, mataku merah & kakiku ngucur darah. hujan anjing makin deras. ketukan pintu makin keras. entah siapa. tetiba pintu terbuka. aku masih di kamar. hujan anjing tetiba berhenti. anjing-anjing tak lagi turun dari langit. tapi perempuan berwajah rusa membuka pintu kamarku & mendekatiku & melempar seribu lintah ke wajahku.

 

Medan, 2022

 


Titan Sadewo lahir di Medan, 2 Desember 1999. Ia studi Pendidikan Bahasa Indonesia di FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara. Puisi-puisinya terbit di media lokal & nasional. Puisi-puisinya juga termaktub dalam beberapa kumpulan puisi bersama. Ia bekerja sebagai guru bahasa indonesia, guru menulis kreatif, editor, social media strategist & copywriter.

Selain menulis, aktivitas lainnya pernah menjuarai North Sumatra Beatbox Gathering Champion (2016), ketua Rombongan Teater Martadinata (2016), penerima Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik Kemendikbudristek (2019) & Alumnus Kampus Mengajar Kemendikbudristek Angkatan Pertama (2021).

Ia menulis catatan seni di medium: @titansadewo, memotret & bercerita di instagram: @titan.sadewo & berkirim surat melalui email: titan.sadewo1@gmail.com.

‘Celakalah Orang-orang yang Jatuh Cinta’ adalah buku puisi pertamanya yang diterbitkan Obelia Publisher pada 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *