Puisi-Puisi Rae Fadillah – Rumah Tangga Keluarga Gaga.

Dall.e - a man looks oblivious painting by gustav klimt.
Dall.e - a man looks oblivious painting by gustav klimt.
Dall.e – a man looks oblivious painting by gustav klimt.

Hompimpa Alaikumsalam

 

badrul mustafa junior mulai dizzy harus memilih hujan juni or

asi di antara dua bahasa yang dikejar umat

bapaknya   badrul mustafa senior sedang memikirkan

bagaimana cara mengubah air seni

orang jadi hujan buat padri tumbuh lagi

mengisi lambung tani

 

“apa kita banting aja kencing ini?”

 

solah jumat telah lewat. khotib balik naik onta terburu sambil doa

ada janda  bloom jadi abu. bismillah katanya   tapi tuan membaca

lain salam. Aku hanya beser. dan ibu tak ada. maka dengan ini kencing

turun  membasahi mukamuangetanget   agar pipismu tak lagi bercabang

tiga   lalu berpaling pada kota yang mengubah segala jadi gobang

 

sebab hanya kepadaku

kau kembali berdoa

soal toilet dingin batu

 

dan selamat jalan

 

jangan lupa matikan keran

 

air yang tergesa

mengejar laparmu

yang robbuka dan kaldera

 

 

Dilarang Gonjes

 

Reformasi tidak dibangun dari teriakan kraken

(bukan pula dengan dengkul kopong

ketombe dan lapangan uban).

Umurku jagung but

termilking tidak bakat

gondrong. Migren terlalu jago

buat jadi koloni dan memberangkatkan

tor jadi juri dengan petir palu  identitas kota

Seperti ada   tidak pada spinetree bertaluh

di punggungku   telah dckini. Menilai karir tulen

dan assalammualaikum. Preman ngegonjreng

kartun di dadaku. Paw! Bunyi tinjucing di matamu

menggantung nasib pada gigi rontok dan grrr

yang jepang di mulut ratu. Jauh di gereja gunung

batu menang melawan waktu di suite.

 

 

Sunday Service

 

Setelah janggut blackbird rapin mardu

di boolku dan mengambilangan F U

semakin tambak jarak skenanonano

 

nani!? Foto mardi

 

yang bum kencing di semak. The wall o punk

 

floydn’t membuat peluru Guntank

yang merobek screwomb kesimpul

an inanimate

object. Noracantik

one abu takan khatam: meski dididik

mandiredux susukental mani se

X

 

(lagi)

 

Deus, kenapa camus bisa tersisifan

dalam sajak sentimentil ini?

 

 

Khatib Hantu

 

kenya tuyul prufrock yang demen pavement

juga   aku. cemaniani   mendalem   waktu

dicekok jawabandrek. rumah kosong satu

menelponku  katanya ada yang mau beli

isi kantongku.

 

“sorry mister  aku lupa tanah setelah kota

 

melaka dihumbalangkan peluru  panglima

 

seranggi   itu.”

 

telpon kututup

aku musti

genta

yang antarkota

ntar provinsi

 

da da. I’ll sent hantu to hunt you

 

I’m so dorry I forgot your name

 

 

UPI MEREKAM EKA

 

Dengan senogigit. Pinhead. Trobos gele

mbung kata linglung. Ia tidak suka ramai.

Ramai selalu ingin masuk ke dalam sepeda

starling a starry night till drop. Seakan menakutinya.

Seakan = sekam tajam Sumatera. Meleyot oleh termos

berputih seperti ngeong linglung. Hescaring

disimpan mata ketiga kita  dikubur dalam

sangkar yang lebih nyaring dari rhavi. Meski

Elon gaselon  bubble chad selalu ingin renyah  seakan

menerkamnya. Menerkam. Birdies. Sleeping

inna depth of club.Take this broken hip and

learn to fight. All your knive. Cweet cweet cweet omong

kosong sapi lagi lewat sama kapal api. Masukeluar. Kena

pa pa bilang ini teh botol merekam kita. Ukuran m untuk blok

ade tidur di atas tiang batu pasak pembatas (anjing dilarang

parkir bisa kena tilang) Orangtua di rumah takut.

Sragen. Tidak menanam lagi. Sekam yang tidak mencatat

Simile tanpa I yang kupinjam hanya satu. Sejam saja.

Merekam. Merekamku. Barangkali satu bapak tak lagi

maskular. Mas Kulin dingin di dalam. Look is

me  rapuh. Kereta yang dipakai Chairil mengantar orang

orang ke Saqar. Menanam. Merekam. Aku tak mau baju

ibu terlalu kecil dan terlalu besar buat mengukur nasib

tebu dalam kotak. Nasib tidak ada dalam botol teh botol  tolol.

kecuali jika itu iklan dan pameran. Cahaya seakan

merekam terkam. Silo ngiung. Kereta lainnya buat

budi baik. Baik budi. Baik  Budi  aku tak akan lagi bolos

supaya orangtua tak perlu lagi dicatat bisingbising. Menerobos

masuk ke dalam gerbong kedua. Linglung. Dan seakan

paksa teater sangir mengganti dua roda dengan roda

dua pembalap ausan merebut mabuk seabrekabrecht luka

Eka  itu satu   namanya juga kenang  tak membayar pening pun

ta pa. Tanpa meneliti satu. Mari  drive terbuka

dan tiga roda merumahkanmu.

Seakan sudah masa kecilmu berjalan dengan roda tiga

di kepalanya. Terekam. Terkaman. Liur orang  ketiga

merembes di marjin kiri cerita ini. Seakan bilang

jangan cengeng  dulu  merokok belum boleh untukmu  sayang

tolong   duamata berdaging mau direkam  kok. Tapi cepat ya

sebelum rombongan kedua mengikutimu. Menerkamku.

Merekam kita di wc umum. Menyimpan kita di gerbong pertama.

Menghapus kita dengan kapal api.

Dan sapi.

 

 

Raumdeuteur

Buat Sangayu, Nalika, Bobi, dan Dago Elos

 

Kelilinkamar makan kamar smiljan

Kembang kol  semen  tee-shirt-tea glass

 

dan

 

proposal

 

bach with bretten. Mengaraktumpu kan drunk pada

waktunya telah. Darimana telah sudah di terang ini?

 

Dunnya ke tiga Atreides telah tak

sempatkan Jodorowsky

 

Sarapan ketiga, ratus mengasir kas bon ketika

kubilang tambahin bundling biar bisa buyabunding

 

Televisi

 

Nonton

 

Meja

 

Hijau

 

Yang

 

Selalu

 

Berat. Amalia Yunus kah namamu?

 

Bunda. Telah apa. Ya. Tak tanah tapi liat. Anak squidwarding

 

bleceran hier und da

Ye hear that  bun? Da

 

danya pensiun. zarathustra.

 

Jahil ya dan pantek. Cem copy sop silop

 

Memakai kaos + can tik

Terus jari jari kesana kemari. Nonstop

 

Bun  katrin   bandel  ya

Gabisa diem

 

Iya gapapa selama

Ia Carpe diem.

 

Damn. Istirahatlah kata Baku

nina bo bo

bi menemanimu. Bunyi dua gonggong

lucu.

 

Meja kafe juga segera berlin. Hijau dan potek.

 

Ayo pamelari telah buka after

 

Life after telah punya dead

line between east and west

 

Wew. Banyak kali mabuk belumwe buyer

Kek kuda yang cepet memotret vietnam

 

Nama doggy from terminal jangan diwelcome

Namaku telah di sini. Ingat itu ya Horst Faas.

 

Klik klik klik. Komputer mengambil paragraf

miring panjang benderanya. Becek hitamnya.

Potongan dokumen cut  tari dan paste

melemparku ke dalam question box:

 

Mit welchem Zug komme ich nach Dago Elos?

 

And then Muller said:

Kalian ini Ahasveros

tak punya rumah

dan tak sepadan.

Dengan kami yang wilhelmina.

 

Orang dalamtanaher pertiwi

stray dogs dan molotov Bergetar

: anu bis telah siap menabrak ruang

 

Minggir. Ini pulang kami. Minggir. Kami mau tidur.

 

 

Rumah Tangga Keluarga Gaga.

 

Ibu kesiangantre, bayangan yang enggan

mengenanggenangan di atapmu. Pecah kaca

rumah. Efek takada shiro saat

 

lidahmu masih arigatto  teman.

Atau  uban telah menjebol

Rimpang dan akarumput juga

 

di jembutmu.

 

Maka dengan apa kata senang berkaya?

 

Banyak asap

 

mengebul seperti banteng britan

ia  sejenis api yang bersemi di buritan

ditemani secangkir teh di pagi hari

 

berdansa di antara pangkalan

 

dan kebun gulma hingga melongjon

bully-bully kaki yang perlahan memangsa kalam

 

“Maaf, teman,

aku tidak brojol

dari rumah tangga yang sama”

 

Sebagai gantinya  kamu akan kuberikan

dasi terbaik sebagai tanda siap kerja karena

aku

gaga

bahasa yang enggan menjilat

dari jauh tadi sudah begini

 

I was born this way, here you go, bestie.

(Finally I’m free)

 

Memang lebih baik kita seri.

 

 


Rae Fadillah, lahir di Tangerang. Menulis stensil puisi berjudul Kruid yang diterbitkan pertama kali oleh Talas Press. Bekerja sebagai editor di Koburi Books dan menulis puisi serta esai yang bisa ditemukan di Riot Klab, Penerbit Ramu, Media Gaung, dan media bawah tanah lainnya dengan nama berbeda. Terlibat dalam pementasan teater, performance art, sinematografi-dokumenter, dan scoring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *